Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2023

PT. Mebel Selukibar Jaya (Antropologi Corporate)

  PT. Mebel Selukibar Jaya      Awalnya perusahaan PT. Selukibar Jaya yang digeluti oleh pak Lukas berasal dari Toraja Snaga setelah itu kemakasar. Dan suatu waktu jalan-jalan di kendari ada perusaan yang membutukan tenaga kerja yaitu perusahaan Cina sehingga dari situ mulailah ia mengumpul modal secara terus-menerus selama kerja di perusahaan tersebut. Karena adanya anggapan bahwa sampai kapan kita kerja dengan orang kalau keaada tetap biasa-biasa saja dan tidak berkembang jadi, mulailah pak Lukas membangun usahanya sendiri dengan membeli kayu.  Karena berhubung kayu pada zama itu masih tergolong murah sehingga ia membangun usaha Mebel kecil-kecilan di gang jauh dari tempat keramaian. Selain lain itu, usaha tersebut masih tergolong usaha rumahan. Bahan para karyawan yang bekerja di tempat itu masih mmiliki hubungan keluarga dengan pak Lukas dan beberapa dari berasal dari luar. Kemudian lama-kelamaan, karena perusahaan Mebel pak Lukas semakin berkembang akhirnya...

Konflik Tanah pada Masyarakat Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan

  Konflik Tanah pada Masyarakat Gerak Makmur 2018 Lalu Sengketa pada dasarnya adalah perbedaan pendapat mengenai suatu perjanjian biasanya terkait dengan isinya, pelaksanaannya, maupun penafsirannya. Oleh karena itu, manajemen sengketa dalam perjanjian senantiasa mengantisipasi ketiga potensi perbedaan pendapat tersebut. Dalam penyelasaian sengketa, pihak penegak hukum harus seksama meneliti berkas pihak masing-masing. Karena dalam sengketa tersebut berpotensi terjadinya permasalahan yang berujung perpecahan. Dalam penyelesaian sengketa tanah setidaknya ada dua jalur yakni jalur non-litigasi, melalui mediasi atau negosiasi (hukum adat). Kedua melalui jalur litigasi atau melalui pengadilan. Masing-masing jalur penyelesaian memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun biasanya, jalur litigasi yang ditempuh setelah negosiasi atau mediasi gagal dalam menyelesaikan permasalahan. Banyak kalangan mengatakan bahwa penyelesaian sengketa tanah melalui negosiasi dan mediasi adalah cara terbaik ka...

Pemanfaatan Kebun Raya Kendari terhadap perekonomian masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hutan Nanga-Nanga

 KATA PENGANTAR Puji Syukur kami panjatkan atas kehadirat ALLAH SWT, karena atas perkenannya laporan tentang “ Mangfaat Pengembangan Kebun Raya Kendari Terhadap Perekonomian Masyarakat Nanga-nanga” terselesaikan tepat pada waktunya. Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai perekonomian masyarakat Nanga-nanga terhadap pengemabangan Kebun Raya Kendari yang ada di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kami sadar dalam pembuatan laporan ini masih jauh dari kata sempurna karena masih banyak kekurangan baik dari cara penulisan laporan maupun susunan katanya. Maka dari itu kritik dan saran sangat kami harapkan dari pembaca agar kedepannya dalam penulisan laporan kami akan lebih baik lagi. Kendari,       Desember  2019 Penulis DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR    i DAFTAR ISI    ii     BAB I PENDAHULUAN     1.1   ...

Mengidentifikasi Permasalah-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Gerak Makmur (Antropologi Konflik)

 Oleh: La Ode Aco BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar Belakang Suku Buton adalah salah satu etnis yang mendiami wilayah kekuasaan kesultanan Buton. Seperti suku-suku yang ada di Sulawesi kebanyakan, suku Buton juga merupakan suku pelaut. Orang-orang Buton sejak lama merantau keseluruh pelosok Nusantara dengan menggunakan perahu dengan berukuran kecil yang hanya dapat menampung lima orang, hingga perahu besar yang dapat memuat sekita 150 ton. Kepulauan Buton saat ini telah terbagi menjadi beberapa kabupaten di antaranya Kabupaten Buton Utara, Buton Tengah, Buton Induk dan Buton Selatan. Adapun fokus pengkajian dalam makalah ini tentang pembangun masyarakat yakni pada masyarakat Buton Selatan. Di Kabupaten Buton Selatan atau biasa disingkat Busel terdapat tujuh kecamatan salah satunya Kecamatan Sampolawa. Dalam Kecamatan Sampolawa juga tedapat beberapa kampung yakni kampung Tira, Bahari, Gunung Sejuk, Rongi, Hendea, Wawoangi, dan Lande. Di antara desa tersebut, penulis akan...