Langsung ke konten utama

Postingan

Si-Loong (Hitam) “Asal Usul Bendera Ula-ula pada Suku Bajo” (Cerita legenda dari suku Bajo)

Pada cerita yang di tampilkan melalui infocus, memberikan kami penonton melihat langsung apa yang di tampilkan. Cerita yang berjudul Si-Loong (Hitam) menceritakan tentang asal-mula bendera Ula-Ula  yang di kenal masyarakat suku Bajo secara umum. Si-Loong merupakan manusia yang berkulit hitam yang di temukan oleh masyarakat setempat duduk di atas batu. Tidak ada yang tahu ia berasal dari mana sebab dalam kisahnya ia terlihat oleh masyarakat duduk di atas batu. Namun kita bisa mengetahui dari ciri-ciri fisiknya karena ciri yang paling menonjol pada diri Si-Loong adalah memiliki warna kulut hitam, rambut lurus agak kemerahan, bola mata besar kemerahan dan  awal terlihat ia tidak memakai baju hanya mengenakan celana. Hal demikian kalau kita mempelajarinya secara mendalam bahwa pada kulit manusia akan terlihat gelap karena terlalu sering dikena sinar matahari dan air laut. Sinar matahari dapat menghitamkan kulit ketika sinarnya mulai terik biasanya pada jam 12.00- 17.00 WITA. Arti...

Cinta Tragis di Balik Air Terjun Tomburano di Desa Langara Iwawo Kabupaten Konawe Kepulauan (Kajian Antropologi Folklor)

18 Juli 2019 Informan: Rufslamin M. Peneliti: La Ode Aco      Setelah kami beranjak dari pelabuhan Veri Konawe Kepualan saya dan teman-teman serta para posko lainnya dikumpulkan kami satu tempat. Dalam penyambutan itu ada beberapa tokoh adat Langara menyambut kami dengan gembira. Tapi sebelum itu kami agak kesulitan mengatur para teman-teman dalam menyesuaikan dikelompok masing-masing sampai-sampai hanya karena itu, hampir kami kebasahan karena ada saat kami turun dari pelabuhan cuaca agak tidak bersahabat sehingga kami harus menyesuaikan dengan kondisi alam. Pada saat ketua jurusan Antropologi memberikan arahan kepada kami sebagai peserta PLK (Praktek Kulia Lapangan) dengan penuh rasa kasih sayang agar pada saat turun lapangan tidak membuat kesan yang membuat masyarakat disekitan kami tersingguh dengan kehadiran kami.   Dalam penyambutan itu suara pak ketua jurusan tidak terlalu jelas sehingga kebanyakan para peserta yang berada dibelakang cerita dengan temannya yan...

MAKALAH TENTANG PEMBAHASAN MULTIKULTURALISME (ANTROPOLOGI MULTIKULTURALISME)

Latar Belakang Akar dari dari multikulturalisme adalah kebudayaan karena multikulturalisme itu sebuah ideologi dan sebuah alat atau wahana meningkatkan derajat manusia dan kemanusiaannya maka konsep kebudayaan harus dilihat dalam perspektif fungsinya bagi kehidupan manusia. Negara kita kaya raya akan sumber-sumber daya alam dan kaya akan sumber daya manusia yang berkualitas. Tetapi pada masa sekarang ini kita, bangsa Indonesia tergolong sebagai bangsa yang paling miskin di dunia dan tergolong kedalam bangsa-bangsa yang negaranya yang paling korup. Salah satu sebab utamanya karena kita tidak mempunyai pedoman etika dalam mengolah sumber-sumber daya yang kita punyai. Secara garis besarnya etika dapat dilihat sebagai pedoman yang berisikan aturan-aturan baku yang mengatur tindakkan-tindakkan perlu dalam sebuah profesi yang di dalam pedoman tersebut terserap proral dan nilai-nilai yang mendukung dan menjamin dilakukannya kegiatan profesi  si pelaku sebagaimana seharusnya, sesuai hak da...

Penelitian Antropologi Tentang Sumber Daya Laut pada Masyarakat Bajo di Desa Bajo Indah (Kajian Antropologi Maritim)

 BAB I PENDAHULAUAN 1.1    Latar Belakang Orang Bajo banyak tinggal di kawasan sepanjang pesisir pantai sejak puluhan tahun silam. Sebenarnya orang Bajo banyak tersebar hampir di garis pantai segala penjuru Sulawesi, Kalimantan Timur, Kangean, Bali, Sumbawa, Jawa Timur, bahkan ada juga di Sabah Malaysia. Karena kebiasaan hidup mereka di laut, sehingga sejak beratus-ratus tahun masa silam mereka telah tersebar dimana-mana. Dalam sistem mata pencaharian, masyarakat bajo memanfaatkan laut sebagai sumber perekonomian keluarga, seperti masyarakat Bajo Indah yang bertetangga dengan desa Sama Jaya di sebelah timur. Masyarakat tersebut sama halnya dengan masyarakat Bojo lain di mana yang menjadi sasaran dalam perekonomian keluarga adalah sumber daya laut yang menjadi prioritasnya. Di sampan itu, kebanyakan dari generasi-generasi yang berkembang pada masyarakat tersebut sebagian besar hanya dijadikan sebagai pelaku-pelaku yang pewaris budaya mata pencaharian para leluhurnya. ...

Kajian Tentang Antropologi Sakral

” TATA PELAKSANAAN RITUAL SUNGKIA SEBELUM DI MULAI “Desa Gerak Makmur Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan” Pra pelaksanaan ritual sungkia sebelum di mulai yakni, keluarga si Ibu diharuskan mencari 4 orang yang bersedia menyantap hidangan sungkia. Empat orang tersebut diharuskan berlainan jenis (dua orang laki-laki dan dua orang perempuan) dan tidak dibatasi oleh usianya (bisa dari kalangan muda maupun tua). Adapun bahan dan peralatan yang dipersiapkan sebagai kelengkapan ritual mulai dari 3 (tiga) liter beras, 3 (tiga) butir telur ayam kampung, 1 (satu) ekor ikan, 5 (lima) buah kelapa tua, abu dapur dan beberapa helai daun hijau. Sementara peralatan ritual yaitu piring setengah lusin, pisau, dan parang. Dalam proses pelaksanaannya, empat buah kelapa diletakkan disetiap sudut ruangan yang akan digunakan sebagai tempat pelaksaan ritual. Sedangkan satu buah kelapa di persiapkan untuk memandikan si Ibu dan anaknya yang akan dilakukan oleh dukun bersalin (bhisa). Sementara beberapa ...

Makalah Penelitian Pada Masyarakat Nelayan Di Kaji Dari Sudut Pandang Agama (Antropologi Maritim)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gaya hidup merupakan karakteristik seseorang yang bisa diamati dan yang menandai sistem nilai seta sikap terhadap diri sendiri dan lingkungan sosialnya. Karakteristik tersebut erat kaitannya dengan pola pemanfaatan waktu, ruang dan objek-objek yang berkaitan dengan semuanya. Misalnya cara berbicara, berpakaian, makan, kebiasaan di rumah, di kantor, pemilian teman dan sebagainya. Oleh karena itu gaya hidup dengan demikian merupakan perpaduan dari cara dan tata kebiasaan pilihan secara objek-objek yang mendukungnya, di mana dalam pelaksanaannya disadari oleh sistem nilai atau kepercayaan dan budaya tertentu. Selama manusia masih hidup berti ia masih memerlukan makan, minum, berpkaian dan kebutuhan lainnya yang harus dipenuhi agar tetap bisa bertahan hidup. Bagi sebagian orang, untuk memenuhi kebutuhannya ia harus bekerja siang dan malam membanting tulang itu pun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Ada juga sebagian msyarakat yang tidak hanya k...

MANFAAT TERUMBU KARANG BAGI MANUSIA (Antropologi Maritim)

Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanthallae. Terumbu karang termaksud dalam jenis filum Cnidariakelas Antozoa yang memilki tentakel. Kelas antozoa tersebut terdiri dari dua subkelas yaitu Hexacorallanatau Octocorallia yang keduanya dibedakan secaraasal-usul, morfologi dan fisiologi. Koloni karang dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebutpolip. Dalam bentuk sederhananya, karang terdiri dari satu polip saja yang mempunyai bentuk tubuh seperti tabung dengan mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh tentakel. Dalam pengembangan komoditi laut yang dikaitkan dengan budaya masyarakat. Biasanya masyarakat tersebut mengembangkan komoditi laut ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat bersangkutan. Pengeploitasi hewanlautini biasanya masyarakat memanfaatkan untuk membuat sebuah bahan perekat yang digunakan dalam pembuatan perahu layar. Saatini, karang pada masyarakat tersebut sudah semakin berkurang k...