Feminisme lesbian
merupakan feminis radikal, meski tidak semua feminisme radikal adalah separatis lesbian karena mereka menasihati perempuan untuk berpasangan hanya dengan perempuan. Yang tidak disukai feminisme radikal terhadap feminisme lesbian bahwa dari puluan tahu lalu merekalah yang melakukan menikan dengan sejenis jadi, mereka ingin melegalkan kalau dalam suatu keluarga harus sesama jenis.
Sebagaimana feminis liberal, feminis radikal berasumsi dan meyakini kapitalisme sebagai satu kerangka yang didalamnya feminis radikal melakukan kerja politis mereka dan menjalani hidup sebagaimana mereka hidup.
Feminis radikal menyalahkan dilema perempuan dalam patriarki’ yang mereka yakini berasal dari keluarga (tempat di mana perempuan terjebak dalam peran tanggung jawab dan kewajiban mereka). Keluarga dianggapnya sebagai institusi yang melegitimasi dominasi laki-laki (patriarki), sehingga perempuan tertindas. Kaum feminis beranggapan bahwa keluarga adalah simbol penindasan atas kaum perempuan karena keluarga jelas-jelas didominasi oleh kaum laki-laki.
Feminisme ini cenderung membenci laki-laki sebagai individu dan mengajak perempuan untuk mandiri, bahkan tanpa perlu keberadaan laki-laki dalam kehidupan perempuan.
Elsa Gidlow mengemukakan teori bahwa : menjadi lesbian adalah telah terbebas dari dominasi laki-laki, baik internal maupun eksternal. Martha Shelley selanjutnya memperkuat bahwa perempuan lesbian perlu dijadikan model sebagai perempuan mandiri.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Derasnya arus kontak budaya sedikit banyaknya telah menggeser nilai-nilai budaya suatu masyarakat sebagai suatu kearifan tradisional yang sarat dengan muatan nilai moralitas. Menurut Koentjaraningrat, kontak budaya telah ada sejak dahulu dalam sejarah kebudayaan manusia, tetapi proses kontak budaya yang mempunyai sifat khusus (pengaruh yang besar) baru timbul ketika kebudayaan-kebudayaan bangsa-bangsa Eropa Barat mulai menyebar keseluruh belahan dunia termasuk ke Indonesia. Akibat dari proses ini, khususnya pada abad 20 dimana perkembangan teknologi di bidang transportasi dan komunikasi yang dihasilkan oleh geliat peradaban modern, menyebabkan hampir tidak ada suku-suku bangsa dimuka bumi ini yang terhindar dari pengaruh unsur-unsur kebudayaan Eropa. Berangkat dari perspektif antropologi dan sosiologi tentang culture contac, kajian tentang tanggapan dan pergeseran pola pandang masyarakat Buton tentang upacara siklus posuo akan diteropong. Po...
Komentar
Posting Komentar