Langsung ke konten utama

Postingan

Pembahasan tentang Teori Feminisme Radikal (Antropologi Gender)

Teori Feminisme Radikal Teori ini berkembang pesat di Amerika Serikat pada kurun waktu 1960-an dan 1970-an. Meskipun teori ini hampir sama dengan teori feminisme Marxis-sosialis (memfokuskan diri pada hak-hak perempuan di ruang publik), teori ini lebih memfokuskan serangannya pada keberadaan institusi keluarga dan sistem patriarki. Keluarga dianggapnya sebagai institusi yang melegitimasi dominasi.   Feminisme radikal berpandangan bahwa : “penindasan atas perempuan terutama terjadi karena patriarki (dominasi laki-laki), yang berorientasi baik pada level keluarga dan pada harapan atas heteroseksualitas (keadaan dimana setiap manusia saat menikah harus berbeda jenis kelamin) wajib dan pada level budaya, di mana citra seksis (seksis secara sederhana dapat diartikan sebagai ungkapan yang memosisikan salah satu gender seks pada tataran subordinasi (inferior) atau idak setara) perempuan diobjektifkan sehingga menindas mereka”.   Feminis radikal berpandangan bahwa feminis perlu merunt...

Pembahasan Teori Ekofeminisme (Antropologi Genger)

Teori ekofeminisme Teori ekofeminisme muncul karena ketidakpuasan akan arah perkembangan ekologi dunia yang semakin bobrok. Teori ini mempunyai konsep yang bertolak belakang dengan tiga teori feminisme modern lainnya. Teori-teori feminisme modern berasumsi bahwa individu adalah makhluk otonom yang lepas dari pengaruh lingkungannya dan berhak menentukan jalan hidupnya sendiri. Sedang teori ekofeminisme melihat individu secara lebih komprehensif, yaitu sebagai makhluk yang terikat dan berinteraksi dengan lingkungannya (Ratna Megawangi, 1999: 189). Menurut teori ini, apa yang terjadi setelah para perempuan masuk ke dunia maskulin yang tadinya didominasi oleh laki-laki adalah tidak lagi menonjolkan kualitas femininnya, tetapi justeru menjadi male clone (tiruan laki-laki) dan masuk dalam perangkap sistem maskulin yang hierarkhis. Masuknya perempuan ke dunia maskulin (dunia publik umumnya) telah menyebabkan peradaban modern semakin dominan diwarnai oleh kualitas maskulin (Bahwa menurut teori...

Pembahasan Singkat tentang Feminisme Lesbian (Antropologi Gender)

Feminisme lesbian   merupakan feminis radikal, meski tidak semua feminisme radikal adalah separatis lesbian karena mereka menasihati perempuan untuk berpasangan hanya dengan perempuan. Yang tidak disukai feminisme radikal terhadap feminisme lesbian bahwa dari puluan tahu lalu merekalah yang melakukan menikan dengan sejenis jadi, mereka ingin melegalkan kalau dalam suatu keluarga harus sesama jenis.   Sebagaimana feminis liberal, feminis radikal berasumsi dan meyakini kapitalisme sebagai satu kerangka yang didalamnya feminis radikal melakukan kerja politis mereka dan menjalani hidup sebagaimana mereka hidup.   Feminis radikal menyalahkan dilema perempuan dalam patriarki’ yang mereka yakini berasal dari keluarga (tempat  di mana perempuan terjebak dalam peran tanggung jawab dan kewajiban mereka). Keluarga dianggapnya sebagai institusi yang melegitimasi dominasi laki-laki (patriarki), sehingga perempuan tertindas. Kaum feminis beranggapan bahwa keluarga adalah simbol pe...

Pembasan Singkat Tentang Feminisme Liberal (Antropologi Gender)

Feminisme Liberal Feminisme Liberal berkembang di Barat pada abad ke-18 (zaman pencerahan). Dasar asumsi : bahwa setiap manusia mempunyai hak asasi yang sama yaitu hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan kebebasan dan hak untuk mencari kebahagiaan.   Idenya : bahwa perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki. Agar persamaan antara hak laki-laki dan perempuan dapat terjamin pelaksanaannya, perlu adanya dasar hukum yang kuat.  Tujuan ini dapat tercapai  maka perjuangan di fokuskan pada perubahan segala undang-undang dan hukum yang dianggap dapat melestarikan institusi keluarga yang patriarkat. Kelompok ini menghendaki agar perempuan diintegrasikan secara total didalam semua peran termasuk bekerja diluar rumah. Dengan demikian tidak ada lagi suatu kelompok jenis kelamin yang lebih dominan. Organ reproduksi bukan merupakan penghalang terhadap peran-peran tersebut. Konsep utama teori feminis adalah menempatkan politik seksualitas sebagai isu sentral dalam pemahaman tenta...

Kajian Antropologi Linguistik di tinjau Bahasa dan Politik (Antropologi Linguistik)

Jika kita melihat hakikat bahasa sendiri secara umum didefinisikan sebagai alat komunkasi. Tetapi penjelasan tersebut kurang tepat, karena pertanyaan mengenai definisini juga harus menjawab dengan definisi dan bukan fungsi. Sebenarnya hakekat bahasa adalah sebuah sistem, artinya bahasa itu dibentuk oleh sebuah komponen yang berpola secara tetap dan dapa dikaidakan. Menurut pandangan sosiolinguistik bahasa itu mempunyai ciri sebagai alat mengidentifikasikan diri.   Sealain fungsi penggunaannya sebagai situasi-situasi resmi, ragam bahasa baku menurut Gravin dan Matiot (1956:785-787) juga mempunyai funsi sosial politik yaitu fungsi pemersatu, pemisah, harga diri, kerangka acuan. Terlepas dari pendefinisian apa hakekat bahasa sebenarnya, maka pembahasan selanjutya kita akan menyinggung masalah topik utama yaitu “bahasa dan politik”. Bahasa dapat digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan politik. Politikus harus menemukan cara-cara agar bisa mempengaruhi masyarakat dan mereka seringkali me...

Kajian Antropologi Linguistik ditinjau dari segi Bahasa, Pemikiran dan Representasi (Antropologi Lingustik)

Bahasa, Pemikiran dan Representasi Dari kutipan cerita yang di tampilkan oleh dosen pengampuh mata kulia, ini menggambarkan bahwa budaya yang satu selalu berbeda dari budaya yang lain sehingga sisuatu yang dianggap lazim oleh budaya yang satu (seperti misalnya bandul) belum tentu akan dianggap lazim oleh budaya yang lain. Kutipan di atas juga menunjukkan bahwa pembedaan dalam pengalaman dan persepsi antara dua budaya yang berbeda tetap bisa dikodekan lewat bahasa (coba perhatikan kata "jam" sama sekali tidak ada dalam kutipan di atas). Kita akan memulai dengan mendefinisikan bahasa sebagai sebuah sistem representasi dan kemuadian akan menguraikan tentang sejauh mana konsep bahasa sebagai sistem representasi ini berpengaruh terhadap pemikiran dan proses analisis yang kita lakukan. Teori Tanda dan Saussure Yang kami maksud dengan konsep adalah persepsi dalam benak anda tentang sesuatu, yaitu ide dari jam atau ide dari pohon yang bisa anda tampilkan dalam benak anda sendiri keti...

Si-Loong (Hitam) “Asal Usul Bendera Ula-ula pada Suku Bajo” (Cerita legenda dari suku Bajo)

Pada cerita yang di tampilkan melalui infocus, memberikan kami penonton melihat langsung apa yang di tampilkan. Cerita yang berjudul Si-Loong (Hitam) menceritakan tentang asal-mula bendera Ula-Ula  yang di kenal masyarakat suku Bajo secara umum. Si-Loong merupakan manusia yang berkulit hitam yang di temukan oleh masyarakat setempat duduk di atas batu. Tidak ada yang tahu ia berasal dari mana sebab dalam kisahnya ia terlihat oleh masyarakat duduk di atas batu. Namun kita bisa mengetahui dari ciri-ciri fisiknya karena ciri yang paling menonjol pada diri Si-Loong adalah memiliki warna kulut hitam, rambut lurus agak kemerahan, bola mata besar kemerahan dan  awal terlihat ia tidak memakai baju hanya mengenakan celana. Hal demikian kalau kita mempelajarinya secara mendalam bahwa pada kulit manusia akan terlihat gelap karena terlalu sering dikena sinar matahari dan air laut. Sinar matahari dapat menghitamkan kulit ketika sinarnya mulai terik biasanya pada jam 12.00- 17.00 WITA. Arti...